PERAWATAN UNTUK PLECI OMBYOKAN/ TANGKAPAN HUTAN

PERAWATAN UNTUK PLECI OMBYOKAN/ TANGKAPAN HUTAN

 

Gambar

 

Perawatan di sini adalah supaya burung pleci yang kita beli atau hasil pikat dari alam HIDUP dulu, jangan berharap untuk mau makan voer, perlu penyesuaian selama 2 minggu, sebulan, dst…

Dan jangan berharap pleci akan segera berbunyi, karena paling tidak kira kira 3 bulan burung pleci baru mau ngriwik ( dalam hal tertentu ada yang sebelum 3 bulan ), makanya saya bingung sendiri, ada yang bertanya pleci baru rawatan 2 minggu kok sudah minta berbunyi, bisanya cuit cuit aja. TIDAK ADA YANG INSTAN DALAM DUNIA BURUNG  ( ada joke yang mengatakan kalo beli ombyokan sekarang , lomba nya bisa 5 tahun ke depan, he he ) , burung mapan minim perawatan setahun…

 Penjinakan.

–  Penjinakan ini sangat penting dilakukan, karena burung akan berani berkicau jika burung tersebut nyaman dikandang, salah satunya adalah karena burung sudah jinak.

Faktor yang mempengaruhi dan mempercepat penjinakan antara lain :

– Pemilihan kandang.

Semakin kecil kandang, semakin tidak banyak gerak, sehingga akan mempercepat proses penjinakan.

Secara umum bila burung bakalan kicauan anda hanya diberi makan dan minum tanpa perawatan khusus maka burung kicauan anda akan lama jinaknya oleh sebab itu dibutuhkan tips tertentu agar lebih cepat jinak, diantaranya adalah:

– Pada hari pertama anda mendapatkan burung pastikan burung bakalan mau makan, karena kalau tidak mau makan berarti burung anda tidak ada niatan untuk hidup. dan yang jelas anda harus tau makanannya apa? bedakan burung pemakan serangga dengan buah buahan oleh sebab itu berikan makanan yang sesuai dengan makanan kesukaannya.. Berikan pakan yg hidup yang bergerak dulu, misal ulat hongkong, ulat kandang / balap, jangkrik kecil, sehingga burung pleci akan  melihat ulat yang bergerak dan akan merangsang untuk memakan nya  ( tidak di anjurkan member i kroto, karena tidak bergerak )., boleh di berikan buah buahan yg di senangi pleci, boleh kasih madu dalam cepuk kecil atau air gula.

–  Letakkan burung ditempat yang sering dilalui manusia agar lebih cepat manusiawi alias cepat beradaptasi dengan manusia. Pertama kali burung pleci akan giras dan glabagan sampai menimbulkan luka, hal ini tidak apa apa , untuk melatih pleci tersebut.

 Buat burung pleci anda lapar sehingga burung akan bergantung dengan anda namun jadwal memberi makan harus diatur. misalnya pagi diberi jangkrik kecil / ulat 3 ekor setelah itu biarkan sampai siang setelah jam 12 beri lagi 2 ekor jangkrik kecil / ulat sampai sore jam 5 beri lagi jangkrik/ ulat  3 ekor. lakukan sampai beberapa hari agar burung liar anda bergantung dengan anda saat  lapar, setelah seminggu dijamin burung anda akan mendekati anda bila dia lapar.

–  Setelah melewati masa 1 minggu dari masa perawatan anda mendapatkan burung liar, maka sudah bisa dipastikan bahwa burung liar anda ada niatan untuk hidup. selanjutnya mulai bisa diatur perawatan lebih khusus diantaranya adalah melakukan pemandian.

 pada hari ke 8 Setelah diberi jangkrik 1 ekor saja mandikan burung dengan cara disemprot perlahan dari posisi atas sangkar. setelah disemprot atau dimandikan jemur burung, setelah terlihat kering berikan 2 ekor lagi jangkrik/ ulat..

–  Jangan biasakan memberi makan burung dengan tangan hal ini agar burung anda nanti tidak manja. jadi, letakkan jangkrik / ulat selalu di tempat pakannya. Lakukan perawatan pemandian dan pengaturan makan secara rutin, setelah 2 minggu perawatan biasanya burung telah jinak dan bergantung anda dalam  hidupnya. Setelah burung jinak maka tinggal menunggu saja burung kicauan anda pasti akan segera bertengger atau bunyi.

–  Bila anda ingin burung liar anda mau makan voer hal ini butuh proses agak lama lebih kurang 1 bulan. caranya dengan mencampurkan vour dengan ulat kandang / ulat hongkongatau dengan kroto. lakukan secara berturut turut dalam waktu 2 mingguan burung anda sudah terlihat kotorannya bercampur warna vour hal ini menandakan burung anda telah makan vour. , atau bisa mencampurkan pisang di potong kecil di masukkan ke tempat voer dan di lumuri voer tsb.

Supaya burung pleci mau makan boleh di campur dengan pleci lain yg sudah makan voer atau yang sudah kita rawat, setelah kelihatan mau makan, boleh di pindah sangkar lain.

– Untuk 1 minggu pertama sebaiknya tidak di kerodong, setelah agak lama boleh belajar memakai kerodong, di mulai dengan kerodong tipis atau yg berwarna putih.

– Biarkan sangkar nya kotor se jorok jorok nya selama 2 minggu pertama, karena kotoran bagi burung adalah penanda itu adalah daerah teritorial nya, sehingga pleci akan segera merasa nyaman dalam rumah nya yang baru. setelah itu rutin di bersihkan setiap hari, 3 hari sekali, dst…

– Tidak lupa untuk menambah variasi suara pleci kita , boleh dilakaukan pemasteran dengan mesin ( untuk pemasteran silahkan baca di CATATAN pemasteran burung pleci )

Hal terpenting dalam perawatan burung agar menjadi sesuai dengan yang diharapkan para Pleci Mania adalah Rutinitas perawatan Terjadwal.

Perwatan cucak jenggot agar rajin berkicau

Perwatan cucak jenggot agar rajin berkicau

 

 

Seperti pada artikel yang sebelum-sebelumnya dan juga tidak berbeda jauh dengan artikel yang disampaikan oleh para penggemar burung kicauan yang ikut menyampaikan tips yang sangat hebat dan mantaB mengenai tata cara bagaimana cara merawat dan membentuk burung Cucak Jenggot menjadi lincah, rajin berkicau dan gacor.

Di sini saya akan mencoba menyampaikan sedikit pendapat saya dan juga sebagaian saya ambil dari teman-teman yang sudah meng-share tentang bagaimana tips dan caranya merawat burung kicauan terutama yang akan dibahas disini adalah burung Cucak Jenggot agar rajin berkicau (gacor).

Pada dasarnaya apa yang akan saya sampaikan ini tidak beda jauh dengan penulis-penulis lainnya mengenai tata cara bagaimana merawat dan memproes burung agar rajin bunyi dan gacor.

Berikut adalah tips dan caranya:

1. Pertama diawalai dari cara pemilihan jenis kelamin burung karena biasanya yang rajin berkicau adalah yang jenis kelamin jantan, dan kebanyakan para penghobi burung sudah tahu ciri-ciri bedanya antara burung jantan dan betina. Jangan lupa, disamping kita pilih jenis kelamin terutama yang jantan perlu juga kita perlu memilih burung apalagi yang masih bakalan. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam memilih bahan atau bakalan pada burung Cucak Jenggot yang bagus:

•    Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
•    Bentuk paruh,

 

sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah usahakan cari yang lurus, jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
•    Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
•    Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut  sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
•    Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
•    Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
•    Warna bulu tegas dan kering, diyakini memiliki irama lagu yang sangat panjang.
•    Memiliki Jambul dan Jenggot yang lebih besar. Burung akan mempunyai wibawa yang besar apabila berhadapan dengan burung Cucak Jenggot lain.

2. Selanjutnya burung dimandikan setiap pagi dan sore hari (tergantung cuaca) bisa dengan cara semprot pakai spray saja atu bisa juga dengan menggunakan keramba mandi, karena biasanya sekalipun kita mandikan dengan spray justru bagi si burung belum merasa itu sebagai mandi dan biasanya si burung setelah disemprot jika di sekitranya ada keramba mandi maka akan langsung nyebur, yaitu pada sekitar jam 7-an atau tergantung situasi atau mungkin lebih siang sedikit jika kondisi musim hujan.

3. Lakukan penjemuran selama kurang lebih 1 jam jika matahari benar-benar cerah dan boleh lebih lama apabila kondisi matahari tidak begitu cerah cukup 1 – 1,5 jam-an saja, selesai dijemur lalu diangin-anginkan di teras yang kawasan sekitarnya cerah dan lebih diutamakan yang disekitar teras terdapat tanaman atau pepohonan yang lumayan rindang.

4. Sediakan makanan buah-buahan yang cukup setiap hari seperti, pisang, pepaya dan juga buah lainnya, bisa juga dengan voer yang berkualitas (voe kemasan) karena pada makanan kemasan terebut terdapat kandungan vitamin, protein dan zat lain yang dibutuhkan oleh burung.

5. Berilah makanan tambahan pada burung atau yang lebih dikenal dengan (EF: Extra Fooding) seperti jangkrik setiap pagi 3 – 5 ekor dan sore demikian juga 3-4 ekor, bisa juga ditambah dengan ulat hongkong cukup satu sendok makan untuk 1-2 hari, cukup 2 hari sekali dan juga berikan kroto sebagai variasi jenis EF lainnya yang juga sanghat dianjurkan.

6. Lakukan pemasteran suara, baik melalui suara burung secara langsung seperti misalnya didekatkan dengan burung-burung dengan suara yang indah dan unik namun diusahakan yang sudah gacor, seperti dengan sesama burung Cucak Jenggot namun diusahakan yang sudah gacor dan lebih diutamakan yang sudah pernah dilombakan dan bisa juga dengan menggunakan suara burung dalam bentuk MP3 yang sudah pernah jadi jawara (bisa download di internet) dengan settingan suara yang bisa membuat burung  bisa berlatih dan terbiasa dengan suara tersebut. 

7. Dan yang terakhir yang tidak kalah penting adalah buatlah suasana disekitar rumah diusahakan ramah terhadap burung artinya jangan sampai burung merasa tidak nyaman, terganggu dengan adanya penggoda yang memang sengaja menggoda atau karena tidak tahu dan hanya sekedar ingin iseng, maka kalo bisa hal seperti itu diusahakan untuk dihindari demi kenyamanan burung, karena akan berpengaruh pada fisik dan psikis si burung itu sendiri dan secara tidak langsung akan mempengaruhi seni dan kualitas suara dan ocehan si burung.

Demikian sedikit tips yang bisa saya sampaikan.
Semoga bermanfaat.

Sedikit tambahan, bahwa tips di sini tidak mutlak harus dilakukan persis karena terkadang tergantung kebiasaan si burung. 

PERAWATAN BURUNG GELATIK WINGKO

 

 PERAWATAN BURUNG GELATIK WINGKO

Pada kesempatan ke sekian kali ini, sama dengan beberapa artikel yang membahas tentang bagaimana tips cara merawat burung kicauan baik yang diperuntukkan hanya sekedar hobby ataupun yang memang sengaja dipelihara yang diperuntukkan sebagai perlombaan. Tentunya tidak berbeda jauh dengan artikel yang disampaikan oleh para penggemar burung kicauan yang ikut menyampaikan tips yang asyik dan mantaB mengenai tata cara bagaimana cara merawat dan membentuk burung Glatik Batu dapat rajin berkicau dan gacor dan siap tampil dalam setiap pertandingan ataupun lomba yang diadakan.

Di sini saya akan mencoba menyampaikan sedikit pendapat saya dan juga sebagaian saya ambil dari teman-teman yang sudah meng-share tentang bagaimana tips dan caranya merawat burung kicauan terutama yang akan dibahas disini adalah burung Glatik Batu agar rajin berkicau (gacor).

Pada dasarnaya apa yang akan saya sampaikan ini tidak beda jauh dengan penulis-penulis

 

lainnya mengenai tata cara bagaimana merawat dan memproes Glatik Batu agar rajin bunyi dan gacor.

Berikut adalah tips dan caranya:

1. Yang pertama dan utama adalah diawalai dari cara pemilihan jenis kelamin burung karena biasanya yang rajin berkicau adalah yang jenis kelamin jantan, dan kebanyam para penghobi burung sudah tahu ciri-ciri bedanya antara burung jantan dan betina, diantara pokok perbedaannya adalah Postur Glatik Batu jantan sedikit lebih besar, lebih agresif, lebih lincah, warna lebih tua dan gelap, bulu ekor biasanya ngumpunl menjadi satu dan tidak nyebar dan suaranya lebih bervariasi jika dibandingkan dengan jalak kerbau betina).  Dan masalah pemilihan Jenis Kelamin adalah merupakan faktor yang sangat penting dan paling utama..

2. Selanjutnya burung dimandikan setiap pagi dengan cara semprot pakai spray atau jika memungkinkan berilah cepuk agar burung lebih leluasa mandinya yaitu pada sekitar jam 7-an atau tergantung situasi atau mungkin lebih siang sedikit jika kondisi hujan (karena kebetulan lagi musim hujan) dan jangan lupa apabila mandi dengan cepuk, ambil cepuk kembali apabila sudah selesai mandi.

3. Lakukan penjemuran selama kurang lebih 1-2.5 jam jika matahari benar-benar cerah dan boleh lebih lama apabila kondisi matahari tidak begitu cerah, selesai dijemur lalu diangin-anginkan di teras atu ditempat yang lebih teduh.

4. Sediakan makanan yang cukup seperti voer yang berkualitas karena pada makanan terebut terdapat kandungan vitamin, protein dan zat lain yang dibutuhkan oleh burung.

5. Berilah makanan tambahan pada burung atau yang lebih dikenal dengan (EF: Extra Fooding) seperti jangkrik dengan ukuran kecil setiap pagi 1 – 2 ekor dan sore demikian juga 1-2 ekor, bisa juga dengan ulat hongkong (leboh utama yang masih berwarna putih (baru ganti kulit)) boleh rada banyak yang penting sediakan saja di wadah pakan dan juga berikan kroto sebagai variasi jenis EF lainnya.

6. Lakukan pemasteran suara, baik melalui suara burung secara langsung seperti misalnya didekatkan dengan burung-burung dengan suara yang indah dan unik namun diusahakan yang sudah gacor, seperti sesama glatik, kenari atau burung lain dan bisa juga dengan menggunakan suara burung dalam bentuk MP3.

7. Dan yang terakhir yang tidak kalah penting adalah buatlah suasana disekitar rumah diusahakan ramah terhadap burung artinya jangan sampai burung merasa tidak nyaman, terganggu dengan adanya penggoda yang memang sengaja menggoda atau karena tidak tahu dan hanya sekedar ingin iseng, maka kalo bisa hal seperti itu diusahakan untuk dihindari demi kenyamanan burung, karena akan berpengaruh pada fisik dan psikis si burung itu sendiri dan secara tidak langsung akan mempengaruhi seni dan kualitas suara dan ocehan si burung.

Sedikit disampaikan, tips ini tidak mutlaq harus dilakukan, tergantung menurut kebisaan masing-masing cara yang sudah coba dijalankan.

perawatan ciblek

perawatan ciblek

 

Ciblek Gacor

Bagaimana bikin burung ciblek jadi cepat gacor? Kuncinya ada di perawatan serta juga yang tidak kalah penting yaitu mental dari si burung itu sendiri. Layaknya kita ketahui ciblek yang telah kita kenal ada dua jenis type yakni ciblek dada putih serta ciblek dada putih kekuningan. Dari ke-2 type ciblek tersebut ada perbedaan ciri-ciri dari keduanya. Burung ciblek dada putih contohnya, bila telah kalah bertarung umumnya burung ini dapat lebih lama sembuhnya dibanding dengan burung ciblek dada kuning atau putih kekuningan.

Ciblek atau bhs latinnya prinia famillia ini yaitu burung kecil yang lebih kurang tahun 80 – 90an ada banyak bercengkrama di lebih kurang halaman tempat tinggal kita. Nada khasnya sebagaikan burung ini digandrungi oleh beberapa kicaumania di seluruh indonesia serta jadikan burung ini jadi naik daun serta berangsur-angsur mulai jarang tampak di alam bebas. Penangkapan yang terlalu berlebih jadi di antara karena menghilangnya burung ciblek di pekarangan maupun di kebun-kebun.

Ciblek jantan serta betina dapat dibedakan dari warna paruh sisi bawahnya. Untuk ciblek jantan dewasa warna paruh semuanya yaitu berwarna hitam namun untuk jantan muda warna paruh sisi bawahnya berwarna putih kepucatan dengan sedikit warna hitam di ujung paruhnya, namun untuk ciblek betina warna paruh sisi bawahnya berwarna putih.

Variasi nada burung ciblek umumnya seirama serta diperdengarkan dengan tempo tinggi ( ngotot ) serta terus-terusan, hingga enak didengar. Sebagian ciblek sudah bisa di master dengan nada burung lain. Arti nada tembakan, nada ngebren yaitu arti yang biasa dipakai oleh pengagum burung ini untuk menggambarkan nada burung ciblek yang tengah berkicau. Nada tembakan yaitu nada burung waktu memperdengarkan nada kerasnya dengan satu-persatu dengan tempo suara yang tidak demikian rapat. Ngebren yaitu nada ciblek yang diperdengarkan dengan tempo tinggi/rapat serta keras. Terasa jarang kita jumpai burung ciblek yang bersuara ”setengah hati”. Variasi nada burung ini dapat bergantung pada kecerdasan burung saat menangkap serta merekam nada burung lain di sekelilingnya.

Tidak saja untuk dipertandingkan, burung ciblek juga dikenal sebagai burung ”master” yang baik, terutama untuk burung kenari, branjangan, cucak hijau serta yang lain.

Perawatan harian burung ciblek 

  1. makanan utama yang harus disediakan untuk ciblek tiap-tiap harinya yaitu : 
  2. Jangkrik kecil ( atau jangkrik dewasa sesudah di potong kepala, kaki serta sayapnya ) 
  3. Ulat ( dapat ulat kandang / ulat hongkong ) 
  4. Kroto 
  5. Voer lembut ( banyak kicaumania yang memberikan susu bubuk kedalam voernya ) 

Perawatan harian untuk ciblek dewasa 

  • Perawatan harian dapat diawali dengan pemberian jangkrik kecil 3 ekor pagi / sore 
  • ulat ( untuk UH sebelum saat diberikan baiknya kepala ulat dipotong dulu, serta semakin bagus lagi bila diberikan UH yang tetap berwarna putih / ubah kulit ) sejumlah 3 ekor p/s 
  • kroto baiknya minimal 2 kali 1 minggu atau 3 kali 1 minggu. 
  • Voer diberikan voer lembut serta digabung dengan susu bubuk. 
  • Penjemuran minimal 2 s/d 3 jam tiap-tiap hari. 
  • Pada saat menggantung burung ini upayakan berjauhan dari burung sejenis atau burung predator lainnnya layaknya toed/cendet/pentet. 
  • Tempel dengan burung betina / burung muda optimal 2 kali 1 minggu sepanjang – 2 jam, untuk mengasah mentalnya. 

Sebenarnya kunci dari pada perawatan harian burung yaitu bergantung dari setelan harian yang kita lakukan untuk burung kicauan kita, serta sesudah itulah yang jadikan sebagai patokan dari perawatan burung tiap-tiap harinya. Coba kerjakan pergantian perawatan layaknya jumlah jangkrik/ulat yang didapatkan tiap-tiap harinya lantas amati perubahan burung tersebut apakah burung tersebut makin agresif, rajin berkicau atau jadi jadi malas berkicau, cari setelan yang menurut anda yaitu setelan yang pas diaplikasikan pada burung anda tiap-tiap harinya. Umumnya sesudah anda mendapatkan setelan yang cocok untuk burung anda maka burung lalu dapat lebih optimal serta tentulah perihal ini yang amat diinginkan oleh kicauan mania, mempunyai burung yang gacor di tempat tinggal maupun di arena kontes.

Cara Merawat Burung Prenjak

Cara Merawat Burung Prenjak

Cara Merawat Burung Prenjak Kepala Merah
Cara Merawat Burung Prenjak, Bagi penggemar burung prenjak, terutama yang jatuh cinta dengan suara prenjak di pagi hari pasti sangan ingin menginginkan burung prenjak yang sering berkicau. Karena jenis burung prenjak adalah termasuk burung yang banyak gerak tidak seperti burung besar yang masih bisa diam walaupun itu tangkapan hutan. Yang pasti untuk pemula yang ingin memelihara burung prenjak ini harus tahu bedanya burung jantan prenjak kepala merah dan betinanya. 
 
Di daerah jawa barat umumnya masyarakat sunda mengenal burung prenjak kepala merah dengan sebutan perenjak luhur (atas). sementara jenis yang lainnya dikenal dengan sebutan perenjak handap (bawah/lumut), ciri-ciri keduanya memang hampir sama tetapi jika di perhatikan dengan teliti sangat jelas perbedaan yang mencolok dari burung yang termasuk kedalam keluarga Prinia ini. yaitu warna merah yang mendominasi bagian kepalanya dan juga warna hitam/abu-abu kehitaman pada bagian dadanya. Apabila anda ingin mengetahui ciri prenjak yang bagus berikut sedikit informasi:
 
Ciri Prenjak yang bagus

1. Pilih yang berdada sangat hitam..atau full hitamnya
2. pilih prenjak yang memiliki paruh yang panajang dan agak tebal
3. Pilih yang energik alias semangat dan pemberani jika kita dekati.
4.pilih prenjak yang memiliki kepala cepak/datar
5. Jika kita lihat ekornya selalu diangkat keatas seolah-olah mau bertarung
6. Pilih yang bulunya cerah

 
sementara untuk membedakan jenis prenjak kepala merah jantan dan betina bisa diketahui dari : 
 
Pada ekor perenjak kepala merah jantan terdapat 2 buah bulu ekor yang panjang ditengah, kira-kira 2 x lebih panjang dari bulu ekor yang lain. serta ekor yang lebih panjang dari burung betina.
Bulu dada yang berwarna gelap / abu-abu kehitaman sementara untuk betina biasanya berwarna lebih terang. 
Perbedaan prenjak kepala merah dengan prenjak lumut jantan betinanya hampir sama. Terdapat ekor panjang sebanyak satu helai seperti antena, tapi itu untuk prenjak dewasa (2 mabung). Untuk prenjak muda hutan atau masih anak, bisa dibedakan dari warna kepalanya, terutama prenjak kepala merah, warna merah di kepala lebih cerah dan sampai hampir ke dekat belakang kepala, sedangkan betina warna merahnya tidak terlalu cerah dan tidak sampai bagian belakang kepala, selain itu ekor prenjak muda hutan cenderung lebih panjang sedikit dan berbentuk ujungnya sedikit membulat juga sering mekar, sedangkan betina cenderung sering menguncup. memang sulit jika tidak ada pembanding. 

 
 
Untuk suara , burung perenjak kepala merah jantan terdengar lebih keras dan variatif dibanding perenjak lumut.dan biasanya di iringi dengan tembakan dari burung betina yang sahut – sahutan. 
dalam perawatannya juga burung perenjak kepala merah terkenal lebih mudah beradaptasi dan juga lebih mampu bertahan hidup dibanding burung prenjak lumut.
 
Cara Merawat Burung Prenjak Kepala Merah

 
 
Perawatan bakalan
  • Untuk burung bakalan yang baru dibeli sebaiknya burung jangan langsung dimandikan selama beberapa hari, biarkan burung beradaptasi dulu dengan sangkar dan lingkungan sekitar untuk menghindari stress yang berlebihan pada burung sehingga membuat burung menjadi malas makan dan berakhir dengan kematian.
  • Selalu sediakan kroto setiap harinya, biarpun burung sudah mau makan voer lembut tetapi pemberian kroto setiap harinya harus selalu terjamin untuk menjaga stamina dan kondisi si burung. 
  • Berikan jangkrik yang kecil saja dengan porsi 3 – 4 ekor pada pagi dan sore harinya, atau jika jangkrik terlalu besar bisa terlebih dahulu memotong kepala serta kaki-kakinya hingga tersisa bagian perut dari jangkrik yang kemudian di berikan pada burung. 
  • Jika burung sudah beradaptasi biasanya burung akan mandi sendiri oleh karena itulah untku menghindari kotornya cepuk minuman sebaiknya berikan tempat mandi yang agak besar untuk burung mandi sendiri.
  • Penjemuran dilakukan selama 1-2 jam. 
  • Hindari pemberian Ulat Hongkong (UH) secara berlebihan karena hal ini bisa membuat mata burung katarak dan lebih parah lagi terkena benjolan pada matanya. sebaiknya berikan UH yang berwarna putih dengan terlebih dahulu dipotong bagian kepalanya. 
  • Untuk burung yang masih belum makan voer , perawatan serta bagaimana melatih burung makan voer bisa dilihat kembali di sini
Dengan perawatan yang konsisten serta teratur burung bisa menjadi cepat gacor dan jinak. Untuk burung perenjak kepala merah ini akan lebih gacor lagi jika mendengar suara burung betinanya . 

pemasteran untuk cendet

pemasteran untuk cendet

Pentet adalah salah satu burung yang pintar menirukan sura burung lain sehingga sangat menarik untuk memaster pentet dengan burung-burung master maupun CD master yang sudah banyak di pasaran Burung-burung master yang enak dibawakan pentet : Cililin, Cucak jenggot, Love bird, Rembetan, pelatuk, jalak suren, kutilang ngekek, Pelatuk, parkit, siri-siri, cucak gadung, cucak cungko, gereja tarung,robin betina, pancawarna betina suara walang, suara jangkrik dan masih banyak burung lain yang mempunyai tonjolan dan ngerol dengan spead yang rapat.

Waktu yang paling tepat memaster pentet adalah ketika mabung dan sedang tumbuh bulu, tetapi pada saat normalpun memaster pentet juga bisa dilakukan tergantung kecerdasan si burung tersebut..
Dari pengalaman saya Untuk memaster pentet atau burung lain ada 2 cara menggunakan CD mastering dan menggunakan master burung asli. Kedua cara ini sudah saya coba dan sudah cukup berhasil..

1. Memaster dengan CD Master
untuk memaster pentet dengan CD mastering dilakukan tiap hari sebaiknya dilakukan siang, sore dan malam hari setelah proses penjemuran dan burung harus dikrodong. Cranya cukup dengan menyetel CD suara master yang kita inginkan dengan Volume yang pelan dan diputar 2-3 kali dalam sehari..lakukan terus selama seminggu kemudian baru ganti dengan CD master burung lain sesuai dengan keinginan kita..memang hasilnya tidak bisa 100% tapi minimal 20%-40% pasti bisa terekam tergantung daya tangkap si pentet. Untuk waktu pemasteran 2 bulan.

2. Memaster dengan Burung masteran
Untuk memaster pentet dengan burung masteran maksimal menggunaka 2 burung master dalam satu ruangan dan di ganti tiap minggu, untuk time dan kondisi sama seperti pada saat kita memaster dengan CD master..sebaiknya burung yang jadi master gacor. Catatan untuk memaster dengan cililin sedikit susah karena suara cililin yang keras bisa bikin pentet sedikit shock, sebaiknya memaster dengan cililin tidak satu ruangan denngan pentet tapi masih terdengat oleh pentet.

Waktu pemasteran 2 bulan tingakt keberhasilan 60%-80% tergantung tingkat kepandaian burung yang kita master…

Untuk burung yang sudah tua 5x keatas mabung sedikit susah memasternya jadi harus diperhatikan karakter suara burung yang suka dibawakannya kemudian cari burung master yang mirip karakter suara burung yang suka dibawakannya, hal ini akan lebih mudah bagi pentet

tua….
usia emas untuk memaster burung dari mulai belajar bunyi sampai 3 x mabung, burung akan dengan sangat cepat menagkap maupun menirukansuara yang didengarkan.
Ada satu cara lagi memaster pentet untuk lomba dengan master pentet jawara yang memiliki variasi suara yang bagus, ini lebih gampang melakukannya karena pentet memang burung yang bisa saling mengisi..Hanya yang perlu diperhatikan jaraj antar burung harus agak jauh sehingga suara pentet master yang agak jadi guru terdengar perlahan.

Tips untuk memilih Cendet buat Lomba

Fisik
Cendet buat Lomba sebaiknya memiliki mental tempur yang baik dan Rajin ngocehnya diusahakan Kita memilih cendet dengan kepala yang besar dan Bulat dengan mata yg jernih dan bersih(trengginas). Untuk Paruh Usahakan memilih yang Tebal dan panjang diyakini cendet memiliki Volume yg dasyat dan bertipe ngerol dan nembak, sedangkan paruh tipis diyakini cendet bertipe ngerol dan jarang memiliki tembakan dasyat..Untuk bentuk badan usahakan pilih yang proporsional dari kepala sampai ekor dan kondisi burung cenderung untuk rapi(tidak bondol dsb) karena menghindari cendet yg banyak polah(cabut bulu dsb) dan untuk KAKI pilih KAKI cendet yg besar dan kokoh karena cenderung lebih mudah disetting agar nancep pada saat Fighter.
USIA
Sebaiknya memulai dengan cendet yg mudah Hutan karena akan lebih mudah dan cepat mensettingnya di bandingkan bila memelihara dari trotol…Karena bila kita pelihara dari trotol cendet berpotensi besar buat menjadi manja..Carilah cendet yang sudah 2-3 kali mabung sehingga kita masih punya waktu untuk mensettingnya..
Mental
Ini yg agak sulit karena cendet MH biasanya masih sedikit giras, tapi bila kita perhatikan dalam kondisi tenang dan didekatkan dengan cendet lain maka burung yg bermental baik akan mulai kelihatan sifat tempurnya dengan mulai berbunyi walaupun cuman bunyi TOET..TOET….TOET….Perhatikan juga ekornya bila ekor cendet digerakkan berputar-putar berarti ada yang ditakutinya, bila tetap lurus berarti cendet mempunyai mental yang cukup baik.
Tips terakhir ane coba pantau cendet di latberan karena akan lebih mudah mendapatkannya ketimbang di pasar burung..tidak perlu mengambil cendet yg juara (pasti mahal)tapi kita liat bakat dan kelebihan yg di miliki burung tersebut pada saat dilapangan, sehingga dengan sedikit di POLES cendet ndeso bisa dioptimalkan untuk maen di level yang lebih tinggi…

perawata gelatik batu

perawata gelatik batu

 

 

Pada kesempatan ke sekian kali ini, sama dengan beberapa artikel yang membahas tentang bagaimana tips cara merawat burung kicauan baik yang diperuntukkan hanya sekedar hobby ataupun yang memang sengaja dipelihara yang diperuntukkan sebagai perlombaan. Tentunya tidak berbeda jauh dengan artikel yang disampaikan oleh para penggemar burung kicauan yang ikut menyampaikan tips yang asyik dan mantaB mengenai tata cara bagaimana cara merawat dan membentuk burung Glatik Batu dapat rajin berkicau dan gacor dan siap tampil dalam setiap pertandingan ataupun lomba yang diadakan.

Di sini saya akan mencoba menyampaikan sedikit pendapat saya dan juga sebagaian saya ambil dari teman-teman yang sudah meng-share tentang bagaimana tips dan caranya merawat burung kicauan terutama yang akan dibahas disini adalah burung Glatik Batu agar rajin berkicau (gacor).

Pada dasarnaya apa yang akan saya sampaikan ini tidak beda jauh dengan penulis-penulis lainnya mengenai tata cara bagaimana

 
merawat dan memproes Glatik Batu agar rajin bunyi dan gacor.

Berikut adalah tips dan caranya:

1. Yang pertama dan utama adalah diawalai dari cara pemilihan jenis kelamin burung karena biasanya yang rajin berkicau adalah yang jenis kelamin jantan, dan kebanyam para penghobi burung sudah tahu ciri-ciri bedanya antara burung jantan dan betina, diantara pokok perbedaannya adalah Postur Glatik Batu jantan sedikit lebih besar, lebih agresif, lebih lincah, warna lebih tua dan gelap, bulu ekor biasanya ngumpunl menjadi satu dan tidak nyebar dan suaranya lebih bervariasi jika dibandingkan dengan jalak kerbau betina).  Dan masalah pemilihan Jenis Kelamin adalah merupakan faktor yang sangat penting dan paling utama..

2. Selanjutnya burung dimandikan setiap pagi dengan cara semprot pakai spray atau jika memungkinkan berilah cepuk agar burung lebih leluasa mandinya yaitu pada sekitar jam 7-an atau tergantung situasi atau mungkin lebih siang sedikit jika kondisi hujan (karena kebetulan lagi musim hujan) dan jangan lupa apabila mandi dengan cepuk, ambil cepuk kembali apabila sudah selesai mandi.

3. Lakukan penjemuran selama kurang lebih 1-2.5 jam jika matahari benar-benar cerah dan boleh lebih lama apabila kondisi matahari tidak begitu cerah, selesai dijemur lalu diangin-anginkan di teras atu ditempat yang lebih teduh.

4. Sediakan makanan yang cukup seperti voer yang berkualitas karena pada makanan terebut terdapat kandungan vitamin, protein dan zat lain yang dibutuhkan oleh burung.

5. Berilah makanan tambahan pada burung atau yang lebih dikenal dengan (EF: Extra Fooding) seperti jangkrik dengan ukuran kecil setiap pagi 1 – 2 ekor dan sore demikian juga 1-2 ekor, bisa juga dengan ulat hongkong (leboh utama yang masih berwarna putih (baru ganti kulit)) boleh rada banyak yang penting sediakan saja di wadah pakan dan juga berikan kroto sebagai variasi jenis EF lainnya.

6. Lakukan pemasteran suara, baik melalui suara burung secara langsung seperti misalnya didekatkan dengan burung-burung dengan suara yang indah dan unik namun diusahakan yang sudah gacor, seperti sesama glatik, kenari atau burung lain dan bisa juga dengan menggunakan suara burung dalam bentuk MP3.

7. Dan yang terakhir yang tidak kalah penting adalah buatlah suasana disekitar rumah diusahakan ramah terhadap burung artinya jangan sampai burung merasa tidak nyaman, terganggu dengan adanya penggoda yang memang sengaja menggoda atau karena tidak tahu dan hanya sekedar ingin iseng, maka kalo bisa hal seperti itu diusahakan untuk dihindari demi kenyamanan burung, karena akan berpengaruh pada fisik dan psikis si burung itu sendiri dan secara tidak langsung akan mempengaruhi seni dan kualitas suara dan ocehan si burung.

Sedikit disampaikan, tips ini tidak mutlaq harus dilakukan, tergantung menurut kebisaan masing-masing cara yang sudah coba dijalankan.

Demikian semoga bermanfaat.